Menurut Tasnim, otoritas penerbangan Iran sedang melakukan pembicaraan untuk mengalihkan rute penerbangan dari Baghdad ke Najaf, destinasi utama bagi para peziarah Iran.

Kantor berita Iran lainnya, ISNA, melaporkan bahwa negosiasi dengan Oman juga sedang berlangsung.

Sebelumnya, maskapai penerbangan nasional Iran Air mengatakan pihaknya "belum menerima pemberitahuan atau instruksi resmi apa pun dari otoritas penerbangan Turki, Republik Azerbaijan, atau Irak".

Sementara pada Senin (21/9), otoritas Georgia melarang maskapai penerbangan Iran beroperasi di wilayahnya. Sedangkan maskapai Mahan Air, yang dikenai sanksi AS sejak tahun 2011, menangguhkan layanan ke Turki atas permintaan pemerintah negara tersebut.

Di Irak, pemerintah setempat belum mengumumkan rencana untuk memberlakukan larangan terbang. Namun sejumlah sumber, termasuk seorang pejabat senior pemerintah, mengatakan kepada AFP bahwa Baghdad akan mematuhinya.

Irak merupakan tujuan utama bagi maskapai penerbangan Iran, terutama untuk mengangkut para peziarah antar situs-situs suci Syiah.