Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi BGN Rahman menyatakan penanganan terhadap GD dilakukan melalui sidang etik kepegawaian. Proses tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil investigasi atas dugaan kekerasan di lingkungan KPPG Bogor.
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan pihaknya menaruh perhatian serius terhadap dugaan kekerasan tersebut. Investigasi dilakukan untuk mendalami kronologi dan fakta-fakta yang terjadi di lingkungan KPPG Bogor.
"BGN menaruh perhatian serius terhadap peristiwa yang terjadi di lingkungan KPPG Bogor. Kami telah melakukan investigasi untuk mendalami kronologi dan fakta-fakta terkait. Setiap bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan dan harus ditangani secara serius sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Tysa, Sabtu (1710/2026).
BGN juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjaga profesionalisme dan mematuhi ketentuan kepegawaian. Perselisihan antarpegawai harus diselesaikan sesuai aturan, bukan melalui tindakan kekerasan.
Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Ketut Sumedana mengungkap pemicu GD mencambuk Kepala SPPG Purwakarta di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor. Peristiwa itu terjadi lantaran adanya perselisihan antara kedua belah pihak.
"Ada perselisihan keduanya," kata Ketut saat dihubungi, Sabtu (16/10/2026).