Oh ya, kalau mau lebih kaya rasa, aneka sapo di sini bisa diracik dengan sambal yang pedasnya kuat, acar cabai rawit, dan perusan jeruk kunci yang memberi aksen segar.

Selain sapo dan kwetiau, Sapomie Acek Ameng juga menawarkan kudapan gurih berupa pempek dan choipan. Penjualnya punya stall khusus di area rumah makan.

Jenis pempek di sini cukup lengkap. Kami pesan Pempek Selam Besar (Rp27 ribu), Pempek Lenjer (Rp8 ribu), dan Pempek Cerewet (@Rp9 ribu). Adonan pempeknya terasa empuk kenyal dengan rasa gurih manis alami, pertanda pakai ikan segar.

Paling unik adalah pempek cerewet, berupa pempek lenjer kecil yang digoreng, dibelah bagian tengahnya, dan diisi campuran ebi (udang kering) giling, cabai rawit, serta kecap manis. Rasanya semakin nikmat dengan siraman cuka (cuko) yang asam manisnya seimbang.

Sebagai penutup santapan, kami pesan Es Kacang (Rp22 ribu). Seporsinya berisi banyak kacang merah yang super empuk dan lembut. Kemudian diberi siraman susu cokelat yang tidak terlalu manis dan serutan es batu sebagai pemberi rasa segar.

Untuk minuman, Sapomie Acek Ameng menawarkan pilihan segar. Jangan lewatkan Es Jeruk Kunci (@Rp15 ribu) yang asam segar dan Liang Teh Es Batu (Rp17 ribu) yang manisnya lembut, dengan khasiat meredakan panas dalam.

Oh ya, Sapomie Acek Ameng tutup setiap Senin dan kembali beroperasi pada Selasa-Minggu. Tempat ini juga menjamin menunya 100% halal sehingga muslim bisa bersantap.

Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh NadiKabar? Kirim email ke redaksi@NadiKabar.com