Oleh karena itu ia menekankan urgensi untuk terus memperbanyak perempuan di meja pengambilan keputusan secara konsisten.
"Kita memerlukan lebih banyak perempuan yang berada di tempat-tempat pengambilan keputusan. Di sanalah kesempatan untuk mempengaruhi kebijakan, mengubah sistem, dan memperbaiki keadaan terbuka lebih luas," ucap Retno.
Retno yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB untuk Bidang Air itu menekankan rantai keberlanjutan pemimpin perempuan hanya bisa dipertahankan oleh para perempuan sendiri.
Ia mengingatkan kepada para lulusan dari program ini agar kelak bersedia menjadi pembuka jalan bagi perempuan-perempuan lainnya untuk menjadi pemimpin masa depan.
"Jangan lupa, pada saat kalian nanti sudah berhasil, aamiin, bukalah pintu untuk perempuan-perempuan lainnya. That is what this fellowship is all about," ucap Retno Marsudi.