NADIKABAR.COM — Mayoritas siswa SD di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang menjadi sasaran uji coba, menyukai metode program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan model prasmanan karena makanan disajikan lebih segar dan siswa dapat mengambil makanan sesuai kebutuhan.

"Melalui model prasmanan, penyajian makanan tentu lebih cepat dan makanan masih hangat dibandingkan dengan metode sebelumnya, yakni makanan dikemas terlebih dahulu sebelum didistribusikan ke sekolah," kata Ketua Satgas MBG Kabupaten Kudus Bellinda Sabrina Putri Birton di Kudus, Kamis.

Menurut dia, penyajian menggunakan kemasan membutuhkan waktu tambahan untuk proses pengemasan sehingga makanan berpotensi menjadi lebih dingin saat dikonsumsi siswa.

Selain itu, model prasmanan dinilai dapat mengurangi sisa makanan karena siswa bisa mengambil makanan sesuai kebutuhan, termasuk memilih lauk yang disukai.

"Jika tidak menyukai makanan tertentu atau memiliki alergi terhadap bahan makanan tertentu, siswa tidak perlu mengambilnya dan bisa memilih makanan lain yang tersedia," ujarnya.