Sementara itu, petugas yang melayani siswa saat mengambil makanan berasal dari pihak sekolah.

Bellinda mengatakan, penerapan metode prasmanan bagi siswa kelas rendah juga perlu dikaji lebih lanjut, terutama untuk siswa kelas I dan II SD yang masih membutuhkan pendampingan lebih intensif.

"Nantinya perlu dikaji kembali atau dilakukan audiensi dengan pemerintah pusat terkait penerapan MBG prasmanan, khususnya untuk siswa kelas I dan II SD. Model prasmanan kemungkinan lebih sesuai untuk siswa kelas V SD hingga SMA, sedangkan siswa kelas I hingga IV SD masih menggunakan metode tepak," ujarnya.

Meski demikian, keputusan mengenai penerapan metode prasmanan secara lebih luas masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat.

"Jika nantinya ada keputusan untuk memberlakukan metode prasmanan, Insya Allah Kabupaten Kudus siap melaksanakannya," ujarnya.