NADIKABAR.COM — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memperkuat koordinasi penanganan banjir dan longsor susulan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengatakan bencana susulan membuat sejumlah infrastruktur yang telah diperbaiki kembali rusak.

Kondisi tersebut memerlukan penanganan lanjutan sekaligus koordinasi untuk menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan dan layanan dasar.

Pembukaan kembali akses jalan, penanganan sedimentasi sungai, serta dukungan bagi masyarakat terdampak menjadi perhatian agar pemulihan tetap berjalan di tengah risiko kerusakan berulang.

"Poin yang ingin saya sampaikan bahwa salah satu memang hambatan kita dalam pemulihan ini karena ada bencana-bencana susulan. Ada banjir-banjir susulan yang mengakibatkan kerusakan, bahkan kerusakan yang sudah dibangun, diperbaiki, jalannya longsor lagi," kata Tito dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).

Dalam rapat koordinasi di Posko Nasional Satgas PRR, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (23/9) kemarin, Tito mencontohkan banjir bandang di Aceh Tenggara dan Kabupaten Solok, serta banjir susulan di Tapanuli Tengah dan Pidie Jaya.