Ia juga menyoroti akses jalan dari Bireuen menuju Gayo Lues yang kembali terdampak longsor setelah sebelumnya dibuka menggunakan alat berat. Kerusakan berulang ini menjadi tantangan bagi warga yang membutuhkan jalur tersebut untuk beraktivitas.

Untuk menangani dampak banjir di Kabupaten Solok, Satgas PRR berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), BNPB, TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Penanganan mencakup pembukaan kembali jalan menuju Kota Padang serta bantuan bagi masyarakat terdampak. Kebutuhan dukungan sosial juga akan dikoordinasikan dengan Menteri Sosial.

"Kami koordinasi dengan Menteri PU dan Kepala BNPB, TNI dan Polri semua sudah bergerak, Pemda juga sudah bergerak. Kemudian Pak Menteri PU juga sudah bergerak untuk membantu, termasuk untuk melancarkan membuka kembali jalan dari Kabupaten Solok menuju ke Kota Padang," ujar Tito.

Selain membuka akses, Tito menekankan perlunya penanganan sedimentasi sungai. Pengerukan dan normalisasi diperlukan untuk mengurangi penumpukan material yang menghambat aliran air, sehingga penanganan dapat mendukung upaya mengurangi risiko banjir susulan.