NADIKABAR.COM — Proses evakuasi terhadap Sertu (Anum) Heri Teguh Prasetyo, kru helikopter Mi-17V5 yang jatuh di perairan Kalimantan Tengah menghadapi sejumlah kendala.
Diketahui, helikopter tersebut mengalami insiden dan jatuh saat sedang menjalankan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalteng.Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan salah satu kendalanya adalah kondisi air yang keruh dan berlumpur sehingga jarak pandang penyelam sangat terbatas.
Bahkan, kata dia, dalam upaya penyelaman sebelumnya, petugas tidak dapat melihat badan helikopter dan hanya mengandalkan perabaan untuk mengetahui posisinya.
"Jadi kendalanya ini yang harus disampaikan. Pertama memang visibility bagi para penyelam sangat terbatas, airnya sangat kotor, sangat keruh, lumpur, berlumpur. Sehingga kemarin juga dicoba dimasukin sama sekali tidak bisa dilihat. Jadi hanya bisa meraba badan helikopter tersebut," kata Raja Juli seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (6/11).
Selain kondisi air, kata Raja Juli, gelombang air laut yang terbilang cukup besar turut menjadi kendala dalam proses evakuasi.