Meski demikian, tim penyelam telah dibekali informasi mengenai struktur dan kondisi helikopter Mi-17. Mereka juga telah mempelajari gambar dan video helikopter untuk mengetahui posisi pintu, pintu darurat, hingga mekanisme pelepasan sabuk pengaman.

Pembekalan itu diharapkan membantu penyelam saat kembali melakukan upaya evakuasi, terutama ketika harus bekerja dalam kondisi jarak pandang yang terbatas.

"Namun tadi sudah disampaikan kita sudah memiliki gambar dan video Heli Mi-17 ini. Jadi nanti para penyelam sudah diberikan pengetahuan yang cukup di mana pintu yang bisa dibuka, di mana pintu darurat yang bisa dibuka dan bagaimana cara melepaskan sabuk dan sebagainya," tutur dia.

Disampaikan Raja Juli, upaya penarikan badan helikopter sebelumnya telah dibantu menggunakan helikopter Kamov. Selain itu, tim evakuasi juga diperkuat dengan penambahan personel penyelam dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan relawan lokal.

"Hari ini, Insya Allah akan ada penebalan pasukan penyelam ya untuk menyelamatkan atau mengevakuasi heli ini. Ada penambahan dari kemarin ada enam penyelam, sekarang akan bertambah lima dari dari Basarnas, tujuh dari TNI Angkatan Laut dan juga ada penyelam lokal jadi ada sekitar 25 yang nanti akan membersamai ya melakukan evakuasi," ujarnya.