"Yang menurut saya sangat mencengangkan adalah primata yang begitu karismatik dan khas ini lepas dari perhatian ilmiah selama hampir satu abad," kata penulis studi Timon Glaw, seorang mahasiswa pascasarjana konservasi alam di Haus des Meeres Aqua Terra Zoo, di Wina, Austria, dikutip dari Reuters.
"Penemuan kembali spesies ini juga memberikan harapan bahwa spesies lain yang dikhawatirkan telah punah mungkin masih bertahan hidup di tempat-tempat yang belum diteliti oleh para ilmuwan selama beberapa dekade," ujarnya.
Dia menambahkan, "Lagipula, Bangka hanya berjarak sekitar satu jam penerbangan dari Jakarta, salah satu kota terbesar di dunia."
Memang, halaman belakang rumah seseorang kemungkinan adalah tempat terakhir untuk menemukan makhluk ini. Kukang Bangka lebih dekat hubungannya dengan lemur daripada monyet. Hewan ini adalah salah satu anggota terkecil dari genusnya, dengan ukuran rata-rata hanya 12-25 cm lebih kecil daripada sepupunya, kukang Sumatera.