NADIKABAR.COM — Senator populis Flavio Bolsonaro dari Partai Liberal meraih suara terbanyak dalam pemilihan presiden Brasil, Minggu (04/10), mengungguli presiden petahana berhaluan kiri Luiz Incio Lula da Silva. Bolsonaro berupaya meneruskan gerakan populis sayap kanan yang dibangun ayahnya, Jair Bolsonaro, sementara Lula mengincar masa jabatan keempat sebagai presiden.
Dengan lebih dari 99% suara telah dihitung, Bolsonaro meraih 47,2%, sedangkan Lula memperoleh 45%. Namun, karena tak satu pun kandidat meraih suara yang cukup untuk menang dalam satu putaran, Mahkamah Pemilu Brasil menetapkan keduanya akan kembali bertarung dalam putaran kedua pada 25 Oktober 2026.
Berdasarkan data yang dilaporkan, Bolsonaro meraup suara lebih banyak sekitar 56 juta suara, sedangkan Lula meraih 53,7 juta suara. Sejauh ini, suara yang telah dihitung mencapai 99,99%. Presiden terpilih direncanakan akan berkantor mulai 5 Januari 2027 dan memimpin Brasil, negara dengan perekonomian terbesar di Amerika Latin yang berpenduduk sekitar 214 juta jiwa.
Menanggapi hasil tersebut, Lula mengaku hasil pemungutan suara "di luar dugaan" karena ia yakin akan "menang di putaran pertama."
"Besok kita akan memulai kampanye baru," kata Lula yang berusia 80 tahun. "Saya sangat tangguh di babak gugur."
Sementara itu, Bolsonaro mengatakan ia "sangat senang dengan kemungkinan nyata bahwa, tiga minggu dari sekarang, Brasil akan memberikan jawaban definitif dengan memilih pemerintahan modern."
Bolsonaro memantau penghitungan suara dari Braslia, ibu kota Brasil, sementara Lula mengikuti perkembangan hasil pemilu dari So Paulo.
Fabio de Sa e Silva, profesor studi Brasil di Universitas Oklahoma, mengatakan kepada DW bahwa menguatnya sayap kanan di Brasil membuat upaya Lula membalikkan keadaan pada putaran kedua semakin sulit.
"Dia masih memiliki peluang, berdasarkan angka-angka, tetapi momentum saat ini ada di pihak sayap kanan," kata de Sa e Silva.
"Berita besar besok bukanlah bahwa akan ada putaran kedua ... melainkan pengambilalihan kekuasaan yang terjadi di Kongres oleh sayap kanan ekstrem," sambung peneliti tersebut.
Menurut de Sa e Silva, Lula juga akan menghadapi tantangan besar dalam menjalankan pemerintahan dengan komposisi baru Kongres Brasil, bahkan jika ia akhirnya berhasil memenangkan masa jabatan berikutnya.
Lula dan Bolsonaro mengakhiri kampanye mereka pada Sabtu (03/10) di negara bagian So Paulo, kawasan yang merupakan pusat perekonomian Brasil.
Lula menutup kampanyenya dengan berkeliling Kota So Paulo dan berjanji akan "mengalahkan sayap kanan ekstrem."
Penyelenggara menyebut sekitar 150.000 pendukung Lula menghadiri aksi kampanye di kota terbesar Brasil tersebut.