"Orang gila itu ingin datang ke sini untuk membeli negara kita, sehingga negara kita akan menjadi seperti di sana," katanya di sebuah tempat pemungutan suara di Braslia. "Dia tidak akan berhasil jika Lula menang."
Jair Bolsonaro saat ini menjalani hukuman 27 tahun penjara karena berupaya melakukan kudeta untuk membatalkan kekalahannya dari Lula dalam Pemilu Presiden 2022. Flavio Bolsonaro telah berjanji akan mengampuni ayahnya jika terpilih.
Tim Lula menggambarkan gerakan Bolsonaro sebagai ancaman terhadap kedaulatan Brasil. Mereka menyoroti kedekatan Flavio dan Jair Bolsonaro dengan Presiden AS Donald Trump, yang tahun lalu memberlakukan tarif 50% terhadap impor Brasil sebagai respons atas persidangan kudeta Jair Bolsonaro. Trump menyebut kasus tersebut sebagai "perburuan penyihir."
Dalam sebuah wawancara, Flavio Bolsonaro mengatakan dirinya "lebih moderat" dibandingkan ayahnya. Namun, ia menegaskan Jair Bolsonaro akan tetap menjadi "kompas saya, titik acuan."
Flavio dan Jair Bolsonaro memiliki sejumlah pandangan politik yang serupa, termasuk soal pelonggaran aturan kepemilikan senjata api dan sikap skeptis terhadap perubahan iklim akibat aktivitas manusia.
Trump belum menyatakan dukungan kepada Flavio Bolsonaro, tetapi mengatakan bahwa ia memantau pemilu Brasil "dengan sangat cermat."
Brasil kini terbelah secara politik, sementara persaingan menuju putaran kedua berlangsung sengit. Tim kampanye kedua kubu berupaya memanfaatkan setiap kesalahan, tuduhan, hingga rumor yang beredar, termasuk dengan memproduksi video dan gambar buatan kecerdasan artifisial (AI) untuk disebarkan melalui media sosial.
Pada September, terungkap bahwa Bolsonaro tengah diselidiki atas dugaan korupsi, pencucian uang, dan penggelapan pajak terkait pendanaan film biografi tentang ayahnya. Ia membantah melakukan pelanggaran.
Jajak pendapat Quaest yang dikutip kantor berita Reuters sebelum pemungutan suara putaran pertama menunjukkan Lula meraih dukungan 46%, sedangkan Bolsonaro 45%.
Untuk putaran kedua, survei Quaest menunjukkan Bolsonaro unggul dengan 44% dukungan, sementara Lula memperoleh 42%.
Pada Pemilu Presiden 2022, Lula mengalahkan Jair Bolsonaro dengan selisih hanya 1,8 poin persentase.
Selain memilih presiden, sekitar 160 juta pemilih terdaftar di Brasil juga memberikan suara untuk memilih anggota legislatif, gubernur, dan sejumlah senator.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris