NADIKABAR.COM — Kehilangan seseorang yang dicintai meninggalkan ruang sunyi yang tidak mudah diisi kembali. Bagi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), seni menjadi jalan untuk perlahan menemukan kekuatan, merawat kenangan, sekaligus melanjutkan kehidupan.
Sebagian perjalanan batin itu kini ia tuangkan dalam novel 'Diana Memang Manja', yang diluncurkan di Cikeas. Dalam dialog bersama Gita Wirjawan pada peluncuran novel tersebut, SBY berbagi cerita mengenai proses kreatif yang mempertemukan pengalaman pribadi, imajinasi, serta perenungannya tentang cinta dan kehilangan.
"Meskipun she is gone, saya tidak pernah melupakan," tutur SBY, dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2026).
Pernyataan itu menjadi salah satu bagian paling personal dalam perbincangan tersebut. Melalui kisah yang ditulisnya, SBY membuka ruang bagi pembaca untuk memahami bahwa melanjutkan kehidupan dapat berjalan beriringan dengan menjaga kenangan akan orang yang dicintai.
SBY menceritakan, berpulangnya istrinya, Ani Yudhoyono pada 1 Juni 2019 menjadi titik penting yang membawanya kembali menekuni dunia seni. Di tengah kesedihan, ia berusaha mencari kegiatan yang dapat membantu proses pemulihan batinnya.
SBY kemudian menengok kembali hal-hal yang dicintainya sejak kecil hingga menjalani pendidikan militer: seni dan olahraga. Melukis, bermusik, menulis puisi, hingga menulis novel menjadi ruang untuk menyalurkan pikiran dan perasaan.
"Saya bukan mualaf tentara, politisi menjadi seniman. Tetapi seni itu masa lalu saya," ucap SBY.
"Yang betul adalah the return of the lost artist. Kembalinya seniman setelah mengembara ke mana-mana," sambungnya.