Dia menuturkan, kerusakan sekolah tersebut sebenarnya telah dilaporkan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun, hingga kini belum ada bantuan renovasi sejak bangunan sekolah tersebut didirikan.
"Tidak ada bantuan dari pemerintah semenjak dibangun. Padahal pelaporan di Dapodik sudah rusak parah," katanya.
Pihak Dikbud Enrekang kata Rusniati telah menghubungi sekolah setelah kondisi SDN 4 Maroangin ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan renovasi.
"Sudah ada (pihak Dikbud yang menghubungi), tapi belum ada kejelasan kapan waktu untuk renovasi," ungkapnya.
Rusniati berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, terutama terhadap bangunan yang mengalami kerusakan paling parah. Menurutnya, seluruh bangunan sekolah pada dasarnya sudah membutuhkan renovasi, tetapi empat ruang yang rusak parah menjadi kebutuhan paling mendesak.
"Sebenarnya sudah butuh semua untuk direnovasi, cuma yang mendesak ini untuk bangunan yang rusak parah karena sangat membahayakan," pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Enrekang, Erik mengatakan pihaknya tengah berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar perbaikan sekolah tersebut dapat segera dilakukan. Bangunan membutuhkan penanganan serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.