NADIKABAR.COM — Minggu pagi, 27 September 2026, matahari menyapa Samarinda dengan cahaya lembut yang membelah kabut tipis. Di tepian Sungai Karang Mumus, aliran air yang tenang memantulkan bayangan langit yang mulai cerah.

Di sanalah sekelompok pemuda bersiap dengan papan dan dayung. Mereka berkumpul bukan sekadar untuk berolah air, melainkan untuk merangkul kembali sungai yang telah menghidupi warga secara turun-temurun.

Aksi ini merupakan perayaan ulang tahun ke-11 Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) Samarinda, Kalimantan Timur, yang bertepatan dengan Hari Sungai Sedunia.

Alih-alih menggelar pesta di dalam ruangan, mereka memilih beraksi langsung di atas air: mendayung, bergerak bersama, dan memungut sampah yang mengotori nadi kota tersebut.