NADIKABAR.COM — Purbaya Yudhi Sadewa sempat melontarkan pernyataan keras terhadap perusahaan asing yang dinilai meremehkan aturan di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Purbaya saat dirinya masih menjabat Menteri Keuangan (Menkeu)
Purbaya mengaku merasa dihina karena ada perusahaan yang menganggap aturan di Indonesia bisa dibereskan dengan membayar pihak tertentu.
Pernyataan tersebut ternyata menjadi salah satu komentar keras Purbaya menjelang akhir masa jabatannya. Beberapa jam setelahnya, Purbaya terkena reshuffle dan posisinya sebagai Menkeu digantikan Suahasil Nazara.
"Karena orang perusahaan-perusahaan sana tuh menghina saya. Dia bilang gini, nggak ada gunanya kita ikuti peraturan Indonesia, orang Indonesia nggak akan bisa berubah. Dibayar, selesai," ujar Purbaya dalam rapat dengan Komite IV DPD RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Purbaya menegaskan tidak akan berkompromi terhadap praktik semacam itu. Eks Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menyatakan siap mengambil tindakan tegas.
"Kita akan hantam yang gitu-gitu. Walaupun saya kelihatan ketawa-ketawa, dalam hati 'kurang ajar! Jadi yang itu saya nggak ada kompromi yang seperti itu," tegas Purbaya.
Hal ini diungkap Purbaya di tengah upayanya membenahi cara kerja jajaran perpajakan dalam mengumpulkan penerimaan negara. Purbaya mengakui proses ini menimbulkan keributan namun akan tetap dilakukannya.
"Jadi izin bapak-ibu saya sedang perbaiki di pajak juga, cara kerja mereka mengumpulkan pajak. Ada keributan sedikit-sedikit, tapi nggak apa-apa," sebut Purbaya.
Pembenahan akan terus dilakukan untuk meningkatkan penerimaan negara sekaligus menciptakan persaingan yang lebih adil bagi pengusaha domestik. Dengan begitu, kata Purbaya, pelaku usaha dalam negeri dapat terus berkembang dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.