Sejarawan dan ahli purbakala Indonesia, Uka Tjandrasasmita dalam bukunya yang berjudul Arkeologi Islam Nusantara, menyimpulkan makam tersebut menjadi bukti yang menjelaskan bahwa pergerakan saudagar muslim yang melintasi Selat Malaka dan Semenanjung Malaya menuju Tiongkok menciptakan simpul kontak langsung dengan pelabuhan-pelabuhan di pesisir utara Jawa.

Mengutip analisis L-Ch. Damais dan sejumlah peneliti, Islam telah dikenal sekaligus dianut oleh masyarakat Jawa sekitar pertengahan abad ke-14 Masehi. Argumen ini berdasar pada penemuan kompleks pemakaman kuno yang terdapat nisan berukiran ayat suci Al-Qur'an di Trowulan dan Tralaya (Mojokerto), kawasan yang dulunya merupakan wilayah Kerajaan Majapahit.

Pada nisan-nisan kuno di Trowulan dan Tralaya, para peneliti menyimpulkan bahwa nisan di Trowulan memuat angka Tahun Saka 1920 yang bertepatan dengan 1368 M, sedangkan nisan Tralaya memuat angka Tahun Saka 1298 atau bertepatan dengan 1376 M.