NADIKABAR.COM — Citra satelit NASA menunjukkan konsentrasi tinggi karbon monoksida (CO) di atmosfer Indonesia. Gas yang tidak berwarna dan tidak berbau ini diketahui dapat mengganggu pasokan oksigen ke organ tubuh hingga menyebabkan keracunan fatal.
Data NASA menggambarkan konsentrasi pada ketinggian sekitar 5.500 meter, sehingga belum cukup untuk menentukan risiko keracunan bagi warga.
Berdasarkan pantauan NadiKabar.com pada Jumat (16/10), peta di platform Eyes on the Earth NASA memperlihatkan warna merah tua mendominasi atmosfer di atas Indonesia, dari Sumatra hingga Papua.
Warna tersebut menunjukkan konsentrasi CO berada di bagian atas skala pemetaan. Konsentrasi tinggi CO di atmosfer Indonesia ini terpantau sudah berlangsung sejak awal Oktober.
Sebaran gas tersebut diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). NASA menyebut kebakaran hutan sebagai salah satu sumber CO, selain kendaraan bermotor, gunung berapi, serta pembakaran kayu dan bahan bakar fosil yang tidak sempurna.
Lantas, bagaimana karbon monoksida membahayakan tubuh?