Di sisi infrastruktur, jaringan 5G Telkomsel semakin bertambah. Tercatat di bulan Mei 2026, Telkomsel mengklaim telah memiliki lebih dari 6.380 BTS 5G yang tersebar di lebih dari 107 kota dan kabupaten di Indonesia. Perluasan lokasi 5G ini membuat jaringan internet cepat itu tidak lagi hanya berfokus pada titik-titik awal komersialisasi, tetapi mulai dibangun untuk mencakup lebih banyak kawasan. Hal ini sejalan dengan slogan mereka 'Dekatnya Nyata, Pintarnya Terasa'. Pertumbuhan jumlah BTS membawa dua konsekuensi sekaligus. Di satu sisi, semakin banyak lokasi yang dapat menikmati 5G. Di sisi lain, operator harus memastikan kapasitas jaringan di lokasi tersebut mampu mengikuti pertumbuhan trafik. Artinya, memperluas 5G bukan sekadar menambah jumlah BTS. Operator juga perlu menambah kapasitas, mengoptimalkan spektrum, dan menyesuaikan jaringan dengan pola penggunaan pelanggan.
Kabar baiknya, Telkomsel mendapatkan tambahan spektrum frekuensi dari lelang yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di pita 700 MHz dan 2,6 GHz. Total, Telkomsel mendapatkan sokongan 100 MHz di kedua pita tersebut yang bakal dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan internet 4G dan 5G.
Telkomsel mendapatkan tambahan 100 MHz spektrum, terdiri dari 2x10 MHz pada pita 700 MHz dan 80 MHz pada pita 2,6 GHz. Telkomsel menyebut kombinasi kedua pita tersebut akan memperkuat keseimbangan antara jangkauan dan kapasitas jaringan. Pita 700 MHz memiliki karakteristik low-band yang lebih cocok untuk memperkuat jangkauan. Sementara 2,6 GHz merupakan mid-band yang memberikan tambahan kapasitas untuk menampung trafik data. Tambahan spektrum ini menjadi semakin penting ketika jumlah pengguna 5G dan konsumsi data terus meningkat. Kapasitas tambahan memberikan ruang bagi operator untuk melayani lebih banyak pengguna tanpa harus membiarkan kepadatan trafik menggerus pengalaman jaringan secara signifikan.