"Saya sampaikan posisi datun Kapal Virgo Transport 8 ini ada pergeseran dari yang kemarin saya sampaikan. Saat ini sudah bergeser 1,6 nm dalam posisi terbalik," ujar Syafii dalam konferensi pers di Kalimantan Selatan, Senin (14/9/2026) malam.
Menurut Syafii, pencarian melalui jalur bawah air membutuhkan teknik khusus sehingga harus dilakukan oleh tim profesional dan terlatih.
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 menambah panjang catatan kecelakaan transportasi yang pernah terjadi di sekitar Masalembo.
Sementara itu, Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Dr. Daryono juga menjelaskan karakteristik perairan Laut Jawa bagian timur. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki arus yang sangat kuat.
"Bahwa perairan Laut Jawa bagian timur dikenal memiliki arus laut yang sangat kuat karena menjadi titik pertemuan tim redaksi Arus Lintas Indonesia (Arlindo) dari Selat Makassar, Laut Jawa, dan Laut Flores. Inilah mengapa zona ini ada yang menyebutnya sebagai Segitiga Masalembo," kata Daryono saat dikonfirmasi NadiKabar, Selasa (15/8/2026).
Kondisi itu juga diperparah dengan adanya hembusan angin yang dapat memicu potensi gelombang tinggi di kawasan perairan.
"Kondisi tersebut diperparah oleh hembusan angin monsun timur saat ini yang memicu potensi gelombang setinggi di Laut Jawa bagian timur," imbuhnya.
Menurutnya, kombinasi arus kuat dan gelombang tinggi sangat membahayakan keselamatan pelayaran.
"Terutama bagi kapal yang berlayar memotong arah arus (crossing zone) karena rentan mengalami penyimpangan haluan hingga risiko terbalik akibat hantaman ombak dari samping," pungkasnya.