NADIKABAR.COM — Aksi walk out kembali menjadi sorotan dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung pekan ini. Sejumlah delegasi meninggalkan ruang sidang ketika perwakilan negara tertentu menyampaikan pidato yang dianggap bertentangan dengan kepentingan atau posisi politik mereka.
Fenomena tersebut terlihat dalam sejumlah momen sidang PBB tahun ini. Delegasi Israel meninggalkan ruangan saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato. Delegasi Kuba juga walk out saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyinggung kondisi negaranya.
Delegasi AS turut meninggalkan ruangan saat Presiden Iran Masoud Pezeshkian berpidato. Sementara itu, delegasi Indonesia walk out ketika Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu hendak menyampaikan pidatonya.
Menurut Profesor Hukum, Konflik dan Pembangunan Global University of Reading Rosa Freedman dalam wawancara dengan Reuters, walk out merupakan bentuk protes simbolis yang dilakukan secara damai.
"Walkout adalah protes simbolis yang damai. Kita telah melihatnya sepanjang delapan dekade keberadaan Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Freedman, seperti dilansir Reuters, Kamis (24/9/2026).
Menurut Freedman, aksi tersebut menjadi salah satu cara delegasi menunjukkan penolakan secara terbuka tanpa mengganggu jalannya persidangan. Ia juga mengaitkannya dengan kebebasan berekspresi dan berkumpul.