NADIKABAR.COM — Minnesota Timberwolves memasuki musim NBA 2026/2027 dengan wajah baru dan ambisi yang semakin besar. Kehadiran LaMelo Ball untuk mendampingi Anthony Edwards menjadi salah satu perubahan paling menarik di Wilayah Barat. Timberwolves kini punya kombinasi guard yang berpotensi membuat serangan mereka lebih dinamis, sekaligus mengurangi beban Edwards dalam mengatur permainan.
Edwards, yang akrab disapa Ant, selama ini menjadi pusat serangan Timberwolves. Kemampuan mencetak angka, melakukan penetrasi, dan mengambil alih pertandingan membuatnya berkembang menjadi salah satu bintang utama NBA. Namun, tanggung jawab besar sebagai pencetak angka sekaligus pengatur serangan terkadang membuat pekerjaannya semakin berat.
Di sinilah LaMelo Ball bisa memberikan perbedaan. Sebagai point guard dengan visi bermain dan kemampuan mengirimkan umpan yang baik, LaMelo berpotensi membantu Edwards mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk berfokus pada tugas utamanya, yakni mencetak angka dan memimpin tim.
Musim reguler NBA 2026/2027 dimulai pada Selasa, 20 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat. Timberwolves baru menjalani pertandingan pertama sehari kemudian, Rabu, 21 Oktober, saat bertandang ke markas Miami Heat di Kaseya Center.
Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 18.30 Central Daylight Time (CDT), waktu setempat Miami, atau Kamis, 22 Oktober pukul 05.30 WIB. Pertandingan itu akan menjadi kesempatan pertama bagi duet Edwards dan LaMelo untuk memperlihatkan hasil dari perubahan besar yang dilakukan Minnesota selama jeda musim.
Namun, peluang Timberwolves tidak hanya bergantung pada dua pemain tersebut. Rudy Gobert, Jaden McDaniels, serta sejumlah pemain pendukung juga punya peran penting untuk menentukan apakah Minnesota bisa kembali bersaing di papan atas Wilayah Barat.
Musim lalu jadi modal sekaligus peringatan
Timberwolves menutup musim reguler 2025/2026 dengan catatan 49 kemenangan dan 33 kekalahan. Mereka finis di peringkat keenam Wilayah Barat, kemudian berhasil melewati Denver Nuggets pada putaran pertama playoff dengan kemenangan seri 4-2.
Sayangnya, perjalanan Minnesota terhenti di semifinal konferensi. Mereka kalah 2-4 dari San Antonio Spurs yang kemudian melaju hingga Final NBA.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Timberwolves masih menjadi tim yang patut diperhitungkan. Mereka mampu mengalahkan lawan berpengalaman dalam seri playoff, tetapi belum cukup konsisten untuk menembus empat besar Wilayah Barat dan melangkah lebih jauh.
Minnesota juga menghadapi persoalan kebugaran pemain inti. Edwards hanya tampil dalam 61 pertandingan musim reguler akibat gangguan pada hamstring dan masalah pada kedua lututnya. Padahal, ia mencatat rata-rata 28,8 poin per pertandingan dengan persentase tembakan lapangan 48,9 persen.
Angka tersebut memperlihatkan betapa pentingnya Edwards bagi serangan Timberwolves. Namun, ketergantungan yang terlalu besar kepada satu pemain bisa menjadi masalah ketika ia harus absen atau menghadapi penjagaan ketat.
Kedatangan LaMelo menjadi salah satu jawaban Minnesota terhadap persoalan tersebut. Tim tidak hanya membutuhkan pencetak angka tambahan, tetapi juga pemain yang mampu mengatur serangan dan membuat rekan setimnya terlibat lebih efektif.
LaMelo Ball memberi Edwards ruang untuk berkembang
LaMelo datang ke Minnesota setelah menjalani musim 2025/2026 bersama Charlotte Hornets dengan rata-rata 20,1 poin, 4,8 rebound, dan 7,1 assist per pertandingan.
Statistik assist tersebut menjadi gambaran mengenai kemampuan LaMelo sebagai pengatur serangan. Ia mampu melihat pergerakan rekan setim, mengirimkan umpan ke ruang kosong, dan menciptakan peluang sebelum pertahanan lawan benar-benar siap.
Musim lalu, Edwards mencatat rata-rata 3,7 assist per pertandingan. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak musim debutnya di NBA. Salah satu alasannya adalah besarnya tanggung jawab yang ia emban sebagai pengatur serangan sekaligus pencetak angka utama.
Dengan LaMelo di lapangan, Edwards berpeluang kembali lebih sering beroperasi sebagai shooting guard. Ia tetap bisa membantu membangun serangan, tetapi tidak harus selalu menjadi pemain yang membawa bola sejak awal hingga akhir penguasaan.
Perubahan tersebut berpotensi membuat Edwards lebih berbahaya. Ia bisa bergerak tanpa bola, mencari posisi tembak yang nyaman, atau memanfaatkan celah pertahanan setelah LaMelo menarik perhatian lawan.
LaMelo juga tidak harus selalu menjadi pemain yang memberikan assist. Ia memiliki kemampuan mencetak angka sendiri, termasuk melalui tembakan tiga angka dan penetrasi. Ancaman tersebut membuat pertahanan lawan harus membagi perhatian kepada dua pemain sekaligus.
Meski begitu, efektivitas duet ini tetap bergantung pada kemampuan mereka berbagi bola. Keduanya harus menemukan keseimbangan antara menciptakan peluang sendiri dan melibatkan rekan setim. Jika terlalu sering bergantian menguasai bola tanpa pergerakan yang jelas, potensi besar duet ini justru bisa sulit dimaksimalkan.