NADIKABAR.COM — Oklahoma City Thunder memasuki musim NBA 2026/2027 dengan misi besar untuk kembali merebut gelar juara. Setelah menjadi kampiun pada 2025, perjalanan mereka musim lalu harus terhenti di Final Wilayah Barat. Kini, Shai Gilgeous-Alexander dan kawan-kawan perlu membuktikan bahwa Thunder masih menjadi salah satu kekuatan utama di NBA.

Thunder sebenarnya memiliki modal yang sangat kuat. Mereka menutup musim reguler 2025/2026 sebagai pemuncak Wilayah Barat dengan 64 kemenangan dan 18 kekalahan. Namun, hasil tersebut belum cukup untuk mengantarkan mereka kembali ke Final NBA setelah San Antonio Spurs menyingkirkan mereka dalam seri tujuh pertandingan.

Musim reguler NBA 2026/2027 akan dimulai pada Selasa, 20 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat, atau Rabu, 21 Oktober waktu Indonesia. Thunder langsung menghadapi Spurs dalam pertandingan pembuka di Frost Bank Center, San Antonio.

Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 20.30 waktu setempat, atau Rabu pukul 08.30 WIB. Pertandingan ini menjadi kesempatan pertama bagi Thunder untuk menghadapi tim yang mengakhiri perjalanan mereka di playoff musim lalu.

Pertemuan tersebut juga menyimpan cerita menarik. Thunder berstatus juara bertahan ketika memasuki playoff 2026, tetapi Spurs berhasil merebut tiket ke Final NBA setelah menang 111-103 pada gim ketujuh Final Wilayah Barat. Kini, Thunder punya kesempatan untuk memperlihatkan seberapa jauh mereka berkembang setelah kegagalan tersebut.

Rekor 64-18 pada musim reguler 2025/2026 memperlihatkan betapa konsistennya Thunder. Mereka finis di posisi pertama Wilayah Barat dan memiliki salah satu pertahanan terbaik di liga.

Thunder mencetak rata-rata 119 poin per pertandingan, sedangkan lawan hanya mampu menghasilkan 107,9 poin. Selisih rata-rata 11,1 poin per pertandingan menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah NBA.

Catatan tersebut menggambarkan keseimbangan permainan Thunder. Mereka mampu mencetak angka dalam jumlah besar sekaligus membatasi produktivitas lawan. Kedalaman skuad dan kemampuan pemain bertahan menjaga banyak posisi membuat Thunder tidak mudah dihadapi sepanjang musim.

Perjalanan playoff mereka juga dimulai dengan meyakinkan. Thunder menyapu Phoenix Suns dan Los Angeles Lakers dengan kemenangan 4-0 pada dua putaran pertama. Namun, langkah mereka terhenti ketika berhadapan dengan Spurs.

Thunder sempat memiliki peluang untuk melanjutkan perjalanan, tetapi Spurs mampu memenangkan gim ketujuh di Oklahoma City. Absennya Jalen Williams dalam sebagian besar musim dan playoff turut memengaruhi kemampuan Thunder membangun serangan secara konsisten.

Kegagalan tersebut tentu mengecewakan bagi tim yang sebelumnya sudah merasakan gelar juara. Namun, Thunder tidak kehilangan fondasi utamanya. Mereka masih memiliki pemain inti berkualitas, pelatih yang memahami karakter tim, serta pengalaman menghadapi tekanan di babak playoff.

Shai Gilgeous-Alexander tetap menjadi tumpuan

Nama Shai Gilgeous-Alexander masih menjadi pusat perhatian ketika membahas peluang Thunder musim ini. Guard asal Kanada tersebut merupakan motor utama serangan sekaligus pemain yang diandalkan ketika tim membutuhkan poin dalam situasi sulit.

Kemampuan Gilgeous-Alexander melakukan penetrasi, mengatur tempo, dan mencetak angka dari berbagai posisi membuatnya sulit dihentikan. Ia juga mampu memancing pelanggaran lawan sehingga memberikan Thunder kesempatan mendapatkan poin melalui tembakan bebas.

Memasuki musim 2026/2027, tantangannya bukan hanya mempertahankan produktivitas, tetapi juga membuat rekan setimnya terlibat lebih efektif. Ketika lawan memberikan penjagaan berlapis, Thunder membutuhkan pemain lain yang siap memanfaatkan ruang terbuka.

Pengalaman Gilgeous-Alexander menghadapi tekanan playoff menjadi modal penting. Pebasket Kanada itu sudah mengetahui bagaimana lawan mencoba memperlambat permainan dan memaksanya melepaskan bola. Kemampuannya mengambil keputusan dalam situasi seperti itu dapat menentukan sejauh mana Thunder melangkah.