NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN) pada organisasi perangkat daerah (OPD) yang kantornya terdampak banjir bandang.

Wakil Bupati Solok Candra di Solok, Rabu, mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada surat edaran Bupati Solok terkait pelaksanaan tugas ASN setelah banjir bandang menerjang kompleks perkantoran pemerintah daerah.

Sementara itu, OPD yang memberikan pelayanan dasar dan pelayanan publik tetap melaksanakan tugas di kantor untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Adapun OPD yang tidak terdampak banjir bandang tetap menjalankan aktivitas pemerintahan seperti biasa dari kantor masing-masing.

Ia mengatakan hingga saat ini tim SAR gabungan bersama personel TNI dan Polri masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan hilang akibat banjir bandang tersebut.

Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat terdampak dan tempat korban kemungkinan berada.

Ia juga mengatakan selain penanganan korban dan pencarian orang hilang, bantuan untuk masyarakat terdampak terus berdatangan dari berbagai pihak.

Bantuan yang telah diterima pemerintah daerah selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat dan pengungsi sesuai kebutuhan di lokasi terdampak.

Sebelumnya, Pemkab Solok telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari mulai 22 September 2026 sebagai langkah mempercepat penanganan dampak banjir bandang yang melanda daerah itu.

Penetapan status tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi yang diikuti Bupati Solok Jon Firman Pandu bersama jajaran pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Solok.

Status tanggap darurat berlaku selama 14 hari terhitung sejak Selasa (22/9) dan menjadi dasar bagi pemerintah daerah bersama unsur terkait dalam melaksanakan penanganan bencana secara terpadu.

Selain itu, keputusan tersebut diperlukan untuk mempercepat upaya penyelamatan masyarakat, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak serta penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah Kabupaten Solok.