Ferdinandus menjelaskan fasilitas berstatus merah mengalami kerusakan berat pada sebagian besar komponen struktural maupun nonstruktural utama, seperti kolom, balok, dan dinding. Kondisi tersebut berisiko tinggi runtuh jika terjadi gempa susulan.
"Kapasitas dukung struktur menurun drastis, berisiko tinggi runtuh pada gempa susulan," kata Ferdinandus.
Sementara itu, sebanyak 13.656 rumah di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 dan gempa susulan. Sebanyak 7.901 rumah tidak mendapat bantuan dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Rumah tersebut tidak mendapat bantuan karena tingkat kerusakannya di bawah 20 persen atau tidak sesuai klasifikasi setelah dilakukan verifikasi dan validasi lapangan. Sementara rumah dengan tingkat kerusakan 20 persen ke atas masuk kategori rusak ringan, sedang, dan berat sehingga mendapat bantuan BNPB. Totalnya 5.749 unit rumah.
"Kalau berdasarkan ketentuanmemang BNPB tidak akan menyalurkan bantuan (untuk 7.901 rumah dengan tingkat kerusakan di bawah 20 persen)," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Manggarai Barat Oktavianus Andi Bona Adu, Kamis (10/9/2026).
"Rumah-rumah yang di bawah 20 persen itu tidak terdata lagi itu dianggap tidak ada," imbuh pria yang disapa Ovan Adu tersebut.
Meski demikian, Pemkab Manggarai Barat tetap akan memikirkan bantuan bagi warga yang rumahnya rusak di bawah 20 persen.
"Pemerintah tetap pikirkan dalam bentuk apa nanti bantuan, kita rumuskanlah. Pemerintah daerah masih pikirkan kira-kira bagaimana bentuk bantuan itu yang rumah terdampak tapi tingkat kerusakan di bawah 20 persen," jelas Ovan Adu.