NADIKABAR.COM — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres merasa prihatin dengan laporan mengenai serangan udara militer di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, dan "mengutuk keras" serangan yang terus berlanjut terhadap warga sipil, kata juru bicara Stephane Dujarric, Selasa (29/9).
"Sekretaris Jenderal mengutuk keras serangan-serangan ini dan menyerukan kepada semua pihak untuk segera mengakhiri kekerasan demi melindungi warga sipil serta mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional," kata Dujarric kepada wartawan, sembari menuntut agar pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.
Dujarric menjelaskan bahwa serangan pada 28 September di dekat sebuah pasar di kota Kalchau dilaporkan menewaskan 50 orang dan melukai hampir 60 orang lainnya, dengan banyak korban selamat menderita luka parah.
Dia mencatat bahwa serangan tersebut memperjelas fakta bahwa belum ada kondisi yang memungkinkan pemulangan yang aman, sukarela, bermartabat, dan berkelanjutan bagi para pengungsi, termasuk komunitas Rohingya.
Pimpinan PBB itu mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk memfasilitasi akses yang "aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan" bagi PBB dan mitra kemanusiaan guna menyalurkan bantuan vital di mana pun bantuan tersebut dibutuhkan.