Guterres menegaskan tugas utama pemerintah adalah melindungi rakyatnya, sehingga pemerintah harus memikul tanggung jawab. Pemerintah dengan kemampuan AI terbesar memiliki tanggung jawab terbesar terhadap umat manusia, untuk membangun saluran bagi dialog, transparansi, kepercayaan, dan kerja sama.
Pada momen krusial selama Perang Dingin, para rival strategis menyadari perlunya mengelola risiko eksistensial bersama. Mereka membangun mekanisme untuk mengurangi kesalahpahaman, mengelola eskalasi, dan mencegah bencana. Kala itu, fokusnya adalah persenjataan nuklir. Kini, AI menuntut kejelasan tujuan dan urgensi serupa, ungkap sekjen PBB itu.
"Negara-negara yang memimpin revolusi teknologi ini harus berbagi informasi mengenai risiko keselamatan yang muncul, bekerja sama dalam pengujian dan evaluasi, serta mengupayakan langkah pengamanan bersama untuk melindungi kita semua," ujar Guterres.
"Namun, karena hal ini berdampak pada kita semua, koordinasi global sangatlah penting. Dan hanya ada satu tempat di mana setiap negara memiliki suara dalam menentukan masa depan kita bersama, dan tempat itu adalah PBB."