Sekolah tersebut, lanjut dia, memiliki kuota 540 siswa dari empat daerah, yakni Kabupaten Cirebon sebanyak 270 siswa serta Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka masing-masing 90 siswa, dengan jumlah siswa yang tercatat pada awal MPLS sebanyak 529 orang.

Mimin mengakui pelaksanaan pendampingan sempat menghadapi keterbatasan tenaga pengasuh, karena seorang wali asuh yang idealnya menangani 10 siswa saat itu harus mendampingi lebih dari 50 siswa.

โ€œUntuk membantu pelaksanaan kegiatan, sekolah mendapat dukungan pendamping dari tiga Sekolah Rakyat di kabupaten dan kota lain serta bantuan pembinaan dari tim kadet Universitas Pertahanan,โ€ katanya.

Selain pendidikan karakter, pihaknya menyediakan kebutuhan dasar siswa, mulai dari makanan tiga kali sehari dan dua kali makanan selingan, pakaian, sepatu, perlengkapan belajar, hingga tempat tidur selama tinggal di asrama.