NADIKABAR.COM — Pihak Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pati, Jawa Tengah, selain memberikan pendampingan psikologis juga memberikan pembelajaran secara privat di rumah korban perundungan, karena merupakan hak korban agar pendidikannya tidak berhenti.
"Kami sudah menjadwalkan untuk datang ke rumah korban perundungan, berinisial DA, selama menjalani perawatan sepekan tiga kali, yakni hari Senin, Rabu, dan Jumat," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Pati Fachrudin Dwi Saputro, di Pati, Jumat.
Ia mengungkapkan tim dari SR Terintegrasi 1 Pati sudah mulai mendatangi rumah korban, mulai dari guru, wali asuh, hingga wali asrama.Pembelajaran di rumah korban, kata dia, diberikan mulai Senin (12/10) dan mendapatkan respons positif dari siswa tersebut.
"Tim SR Terintegrasi Pati yang datang pada hari pertama memberikan pembelajaran entrepreneurship (kewirausahaan) dan keterampilan sosial," ujarnya.
Hasilnya, kata dia, siswa tersebut bisa mengikuti dengan baik. Kebiasaan baik yang sudah berlangsung selama di asrama mulai dari kemandirian mencuci baju maupun alat makan setelah digunakan, hingga shalat lima waktu dan mengaji juga ikut ditanyakan.