Meskipun yang bersangkutan belum kembali ke sekolah, ia berharap selama di rumah tetap menjalankan rutinitas seperti halnya saat di SR.

"Pihak sekolah juga berkomitmen memberikan pelayanan, termasuk menanggung semua biaya pengobatannya dan siap memberikan pendampingan saat kontrol ke rumah sakit," ujarnya.

Terkait dengan pendampingan psikologi, kata dia, dibantu Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak di bawah naungan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati.

Dewi, orang tua korban DA, mengakui anaknya memang masih trauma.

Sebelumnya, korban juga menjalani perawatan di rumah sakit, yakni Selasa (29/10) dan Rabu (30/9). Namun, setelah korban mengalami sesak kembali dirawat ke rumah sakit pada Rabu (7/10).