Pembelajaran, kata Firda, semestinya tidak berhenti pada guru yang menjelaskan dan murid yang mendengarkan.

Ketika anak diberi kesempatan bertanya, mengemukakan pendapat, dan berbagi pengetahuan, ruang kelas dapat menjadi tempat tumbuh bersama, guru dan murid sama-sama belajar untuk menjadi lebih baik.

Semangat memberi ruang bagi rasa ingin tahu murid tercermin dalam pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sports (STEAMS) yang diterapkan di SNT.

Pendekatan tersebut memadukan sains, teknologi, rekayasa, seni, matematika, dan olahraga melalui pembelajaran kontekstual.

Murid tidak hanya menghafal teori, namun juga mengeksplorasi pengetahuan, bekerja sama, menguji gagasan, dan mencari solusi atas persoalan.

Di SNT 7 Bogor, pendekatan itu diwujudkan melalui proyek Smart Perimeter: Explore, Detect, Protect Perbatasan Laut Indonesia dan Singapura.

Dalam proyek tersebut, murid memadukan Pendidikan Pancasila, fisika, informatika, dan koding untuk merancang sistem yang dapat mendeteksi objek yang mendekat dan memberikan peringatan melalui lampu serta bunyi buzzer.

Proyek itu membawa konsep dalam buku ke pengalaman nyata. Murid dapat menerapkan pengetahuan, menyusun solusi, dan memahami bagaimana berbagai bidang ilmu saling melengkapi untuk menghasilkan karya.

Memperluas akses belajar berkualitas