Sementara daerah sentra produksi lainnya di Indonesia mencatat angka yang lebih rendah. Akibatnya, sekitar 24-27 persen responden mengaku belum memiliki rencana untuk berdagang dengan Kanada lantaran masih meraba-raba keterkaitan ICA-CEPA dengan lini bisnis mereka.

Padahal sekitar 22 persen responden berharap implementasi ICA-CEPA dalam kurun 2-3 tahun mendatangkan perbaikan akses pasar dan jasa, disusul terbukanya peluang kemitraan baru, pembentukan joint venture, hingga ekspansi investasi lintas negara.

Untuk memaksimalkan potensi ICA-CEPA di sektor agrifood dan UMKM, Kadin merekomendasikan adanya dukungan kebijakan afirmatif berupa kemudahan akses pembiayaan serta perluasan sosialisasi (outreach) ICA-CEPA ke berbagai daerah.

"Dukungan afirmatif seperti akses pembiayaan yang lebih mudah harus diarahkan secara spesifik ke UMKM sebagai kelompok yang paling rentan. Pada saat yang sama, sosialisasi ICA-CEPA harus diperluas agar perjanjian ini dapat dimanfaatkan secara optimal serta memberikan manfaat maksimal bagi Indonesia maupun Kanada," kata Fakhrul.