Di sisi lain, implementasi perjanjian ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelaku usaha, di antaranya untuk kategori usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), faktor utama yang paling dibutuhkan guna menembus pasar Kanada adalah penguatan jaringan bisnis (business network), diikuti regulasi perdagangan yang bersahabat (favorable trade rules), dukungan perizinan dari pemerintah, serta pemahaman pasar Kanada yang lebih mendalam.
Sebaliknya, korporasi skala besar lebih menitikberatkan perhatian pada kepastian arah dan perubahan regulasi perdagangan (trade rules) antar-kedua negara di masa mendatang.
Di tengah pelemahan persepsi kondisi bisnis kuartal II yang dibayangi volatilitas nilai tukar rupiah, dengan 65 persen pengusaha menilai depresiasi rupiah menekan prospek bisnis, Kadin Indonesia Institute mendorong pemerintah untuk mengambil langkah proaktif.
Kadin Institute merekomendasikan perlunya stabilisasi nilai tukar rupiah, kepastian arah kebijakan, serta simplifikasi birokrasi agar beban operasional pelaku usaha dapat ditekan.