NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut pemilu presiden (pilpres) Brasil telah "dicurangi" atau "korup" setelah sekutu sayap kanannya, Flavio Bolsonaro, kalah dramatis dari kandidat petahana, Presiden Luiz Inacio Lula da Silva.
Trump tidak memberikan bukti apa pun untuk mendukung klaimnya tersebut.
Flavio, anak mantan Presiden Jair Bolsonaro sekutu Trump, telah menyerukan pembatalan hasil pilpres tersebut. Kemenangan dramatis Lula da Silva di putaran kedua, setelah kalah dari Flavio di putaran pertama pada awal Oktober lalu, membuat Trump kehilangan sekutu politik yang diharapkan di Amerika Selatan.
Saat berbicara kepada wartawan dalam perjalanan ke lokasi kampanye pemilu sela di Mississippi, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Selasa (27/10/2026), Trump ditanya apakah menurutnya pilpres Brasil berlangsung adil.
"Menurut saya, itu terlihat sangat buruk. Saya rasa itu tampak sangat buruk," ujar Trump, sembari menekankan bahwa dirinya tidak memihak siapa pun dalam pemilu tersebut.
"Jujur, itu tampak seperti pemilu yang dicurangi," sebut Presiden AS tersebut.
Komentar Trump ini disampaikan setelah Lula da Silva berhasil mengamankan masa jabatan keempat, yang tidak berturut-turut, sebagai Presiden Brasil. Dia mengalahkan Flavio dalam putaran kedua pilpres pada Minggu (25/10) dengan perolehan suara 51,79 persen suara sah, atau lebih dari 64 juta suara, dibandingkan 48,21 persen suara yang diperoleh Flavio.
Meskipun mengklaim dirinya tidak memihak, Trump yang merupakan sekutu keluarga Bolsonaro ini jelas mengharapkan kemenangan Flavio, yang telah berjanji untuk bergabung dengan gelombang pemimpin konservatif di Amerika Latin yang menjain hubungan erat dengan Washington.
Trump, dalam komentarnya, berargumen bahwa pemilu seharusnya tidak boleh memicu perdebatan atau keraguan. Dia menambahkan bahwa pemilu di Brasil itu memberikan citra negatif di mata komunitas internasional.
"Pemilu seharusnya tidak terbantahkan, dan menurut itu tampak sangat buruk bagi saya," ujarnya.
"Saya tidak memberikan dukungan kepada siapa pun atau apa pun, tetapi saya mengamati pemilu itu, dan itu tampak sangat korup, sangat buruk," tandas Presiden AS tersebut.
Trump sendiri menyanggah kekalahannya dalam pilpres tahun 2020 lalu, yang disebutnya sebagai hasil kecurangan. Baru-baru ini, dia melontarkan keraguan terhadap pemilu sela yang dijadwalkan pada 3 November pekan depan, di mana Partai Republik yang menaunginya berisiko kehilangan kendali atas Kongres.