Tidak jelas perawatan medis apa yang diterima Pike sekarang setelah dia kembali ke penjara. Namun, pengacaranya menyatakan dia menghadapi 'jalan panjang menuju pemulihan'.
Departemen Pemasyarakatan Tennessee belum memberikan penjelasan mengapa eksekusi tidak berjalan sesuai rencana, meskipun mereka tetap membela metode yang digunakan. Dalam sidang pengadilan Rabu lalu, Asisten Jaksa Agung Tennessee, Will Ayers, mengatakan bahwa dia tidak mengetahui apakah negara bagian berniat mencoba mengeksekusi Pike kembali.
Hakim memerintahkan pihak negara bagian untuk menyimpan semua bukti terkait kegagalan penyuntikan tersebut. Bukti itu dapat menjadi dasar bagi gugatan hukum terhadap negara bagian di masa mendatang.
Pike berusia 18 tahun ketika dia dan kekasihnya saat itu, Tadaryl Shipp, memukuli, menyiksa, dan membunuh Colleen Slemmer (19) yang mereka kenal di sebuah pusat pelatihan kerja bagi kaum muda dari keluarga kurang mampu pada tahun 1995. Shipp terhindar dari hukuman mati karena dia belum dianggap dewasa secara hukum saat kejahatan itu dilakukan. Dia masih menjalani hukuman penjara hingga saat ini.