Pike adalah wanita pertama yang dijadwalkan untuk dieksekusi di negara bagian Tennessee dalam kurun waktu lebih dari 200 tahun. Pengacaranya telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk mengajukan banding atas kasusnya.
Pada hari-hari menjelang jadwal eksekusinya, baik Mahkamah Agung AS maupun Gubernur Tennessee Bill Lee menolak untuk menghentikan eksekusi tersebut. Pike kehilangan kesadaran dan dilarikan ke rumah sakit setempat setelah eksekusinya gagal.
Selama beberapa hari, tim hukumnya meyakini bahwa dia mengalami mati otak dan memperkirakan alat bantu hidupnya akan segera dilepas. Pike akhirnya sadar dan mulai bisa berbicara kembali pada hari Selasa.
Pengacaranya, Randy Spivey, mengatakan bahwa kata-kata pertamanya adalah 'Di mana saya?' dan 'Siapa Anda?'. Dalam konferensi pers, para pengacaranya mengungkapkan Pike diborgol ke tempat tidur serta menderita pneumonia dan pembengkakan parah pada lengannya, selain juga tidak mampu menelan.