"Kata teman saya orang itu hanya pakai celana nggak pakai baju, tiba-tiba bilang 'bodoh kamu, kamu dikasih telinga, dikasih pikiran, dikasih mulut, dikasih hati'. Habis itu beliau langsung pergi," ucapnya.
Nasihat tersebut kemudian menjadi prinsip Ahmad dalam menghafalkan Al-Qur'an. Dia mulai mengandalkan pendengarannya untuk menghafalkan Al-Qur'an.
"Jadi prinsip saya untuk menghafal Al-Qur'an itu adalah pakai pendengaran yaitu lewat telinga, telinga nanti kita ingat-ingat lewat kepala, lewat pikiran. Kalau sudah sampai pikiran, kita tancapkan ke hati," ujarnya.
Ahmad mengaku telah beberapa kali mengikuti MTQ di tingkat provinsi. Bahkan pada 2023, dia meraih juara 2 tingkat Provinsi Jawa Tengah dan kembali meraih juara 2 pada ajang tingkat provinsi di Tegal pada 2025.
"Kalau nasional ini baru pertama. Alhamdulillah ini pengalaman yang saya rasakan memang sangat nikmat banget berkumpul dengan ahlul Qur'an," katanya.
Ahmad berharap, pengalaman tersebut dapat membuatnya semakin mendalami Al-Qur'an. Dia juga berpesan kepada masyarakat yang ingin belajar Al-Qur'an agar tidak mudah menyerah meski baru memulai di usia dewasa.
"Yang penting yang pertama itu ada niat, ada tekad," ujarnya.
Sementara itu, peserta lainnya dari Kalimantan Timur, Siti Nurjannah (49), juga tampil pada cabang Tilawah Tunanetra. Dia mengaku telah melakukan persiapan selama sekitar sembilan bulan.
"Persiapannya saya berlatih selama 9 bulan," kata Nurjannah.
Nurjannah sebelumnya juga pernah mengikuti MTQ Nasional 2025 yang digelar di kampung kalamannya. Ia pun meraih Juara Harapan 1.
"Targetnya kalau tahun ini mudah-mudahan juara satu. Tadi saya membaca Surat Al-Anfal ayat 1. Lancar tadi, walau ada sedikit kesulitan," ujarnya.