Kemudian untuk kinerja penjualan yang bertumbuh menjadi penopang pendapatan SIG yang meningkat 9,3% yoy menjadi Rp 27,67 triliun. Sedangkan beban pokok pendapatan terkendali di angka 6,1% yoy seiring dengan peningkatan volume penjualan serta kenaikan biaya energi.

Selanjutnya untuk beban keuangan bersih tercatat turun sebesar 37,0% yoy sehingga memperkuat kinerja keuangan secara keseluruhan. EBITDA menguat 8,4% menjadi Rp 3,56 triliun, dengan margin relatif stabil.

"Optimalisasi program efisiensi untuk pengendalian biaya maupun operasi telah memberikan kontribusi pada peningkatan profitabilitas. SIG membuktikan kinerja yang teruji di tengah situasi industri semen domestik yang menantang. Untuk menjaga profitabilitas tetap positif, ke depan SIG akan terus memaksimalkan peluang bisnis dan memperkuat upaya-upaya efisiensi," jelasnya.

Untuk menjaga capaian tersebut, SIG telah menyiapkan sejumlah strategi taktis, salah satunya memaksimalkan pasar ekspor guna menyiasati tantangan dari kondisi overcapacity industri semen domestik dan meningkatkan utilitas