Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Semeru dipertahankan pada Level III (Siaga). Namun, Lana mengatakan pihaknya memutuskan pengetatan rekomendasi zona bahaya bagi masyarakat, pendaki, dan wisatawan demi mengantisipasi lontaran material pijar maupun luncuran awan panas guguran.
"Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujar Lana Saria saat dikonfirmasi.