NADIKABAR.COM — Senat Mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember merasa kecewa dan marah memprotes proses pemilihan calon rektor. Senat Mahasiswa menyebut proses pemilihan rektor sejak awal berjalan di luar aturan dan tidak transparan.

"Pemilihan rektor yang seharusnya menjadi proses sakral, bermartabat, dan partisipatif, justru direduksi menjadi panggung keangkuhan yang menabrak nalar, etika, dan asas kepatutan," kata Ketua Senat Mahasiswa UIN KHAS Jember, Muhammad Oky Mabruri, dalam keterangan dan video yang diterima, Jumat (16/10/2026).

Kritik Senat Mahasiswa UIN KHAS memuncak gegara agenda penyampaian visi, misi, dan program calon rektor serta pemberian pertimbangan kualitatif anggota senat. Berdasarkan dokumen yang diperoleh, acara itu akan digelar di salah satu hotel di Tompokersan, Lumajang, pada 19-20 Oktober 2026. Terdapat delapan calon rektor yang akan menyampaikan visi-misi pada hari itu.

"Sejak awal, Senat Mahasiswa UIN KHAS Jember telah mengendus dan mengkritik keras langkah serampangan dalam proses penjaringan rektor ini," ujar Oky Mabruri.

Senat Mahasiswa UIN KHAS menilai ada kecacatan fundamental sejak pembentukan panitia penjaringan (panjar) yang terkesan asal-asalan dan sarat akan kepentingan. Ditambah lagi, kata Oky, penyampaian visi-misi calon rektor digelar di luar kampus.