Diketahui, lebih dari setengah juta orang mengikuti aksi unjuk rasa di puluhan kota. Peristiwa ini menandai bertemunya gerakan massa mahasiswa yang telah berlangsung selama sebulan akibat ketidakpuasan sosial yang meluas terkait meningkatnya biaya hidup dan menurunnya kualitas layanan publik.

Meskipun ratusan ribu orang berunjuk rasa secara damai, kelompok-kelompok kecil yang melakukan kekerasan justru menyasar bangunan publik, menjarah butik mewah serta supermarket, dan menyerang kendaraan serta petugas kepolisian.

Presiden Emmanuel Macron berjanji akan memproses hukum pihak yang terlibat melakukan kerusuhan dan penjarahan.

"Tidak ada ruang bagi kekerasan di Republik kita," tulis Presiden Emmanuel Macron di platform X saat kerusuhan terjadi pada Sabtu malam.

"Mereka yang telah melakukan penjarahan, menyerang kantor pemerintahan maupun tempat usaha, bahkan menjarah balai kota kita, akan dituntut dan dihukum," tambahnya.