NADIKABAR.COM — Seorang pengusaha kuliner curhat karena bisnisnya tidak berjalan lancar selama tujuh bulan terakhir. Jumlah pengunjung yang berkurang membuatnya merugi sampai Rp3,4 miliar!
Menjalani usaha kuliner bisa sangat menantang. Terlebih dalam kondisi saat ini di mana persaingan menjadi sangat ketat hingga melonjaknya biaya operasional yang menyebabkan pemilik usaha perlu bekerja lebih keras. Jika tidak mampu bersaing atau menarik peminat pelanggan, usaha kuliner bisa merugi bahkan bangkrut.
Kondisi sulit seperti itu sedang dirasakan oleh seorang pemilik usaha kuliner di Singapura. Dilansir dari cnalifestyle.com (2/9), Tommy Pang, pengusaha makanan dan minuman curhat tentang suka duka menjalani bisnis keluarganya.
Tahun lalu, pemegang generasi kedua untuk jaringan gerai yong tau foo Bai Nian di Singapura ini mengungkap bahwa usaha milik saudaranya telah merugi. Saudaranya membangun bisnis Shi Nian yang menjual hidangan nasi dengan kaki babi.
Sayangnya, bisnis tersebut telah merugi sebanyak S$500.000 atau hampir Rp7 miliar dalam enam bulan setelah ekspansi agresif. Kini, bisnis keluarga lain juga mengalami kesulitan lainnya.
Dalam sebuah unggahan video Instagram baru-baru ini, Tommy mengaku bahwa pusat kuliner yang dikelola keluarganya yaitu Bai Nian Food Court di ESR BizPark @Chai Chee juga telah mengalami kerugian. Dalam tujuh bulan terakhir, usaha kuliner ini sudah merugi sebanyak S$250.000 atau sekitar Rp3.480.175.000.
Tommy mengungkap, "Kami rugi sekitar S$250.000 (Rp3,4 miliar) hanya untuk menjaga agar lampu tetap menyala di food court ini."