Jumlah pengunjung yang sedikit ini juga membuat para calon penyewa ragu-ragu.

"Ketika calon penyewa datang dan melihat keramaian, mereka tidak percaya diri karena jumlah orangnya sangat sedikit," ujar Tommy.

Padahal menurut Tommy, keluarganya juga tidak meminta harga sewa yang terlalu tinggi. Mereka mencari penyewa hanya untuk membantu menutupi biaya sewa utama secara keseluruhan.

Meskipun merugi sampai Rp3,4 miliar dalam waktu tujuh bulan, Tommy dan keluarganya belum siap menyerah dengan food court tersebut. Menurutnya, tempat tersebut sudah menjadi rumah nya.

"Keluarga saya dulu datang ke sini setiap hari. Kami benar-benar tidak ingin melepaskannya," pungkasnya.

Saat ini strategi yang mereka lakukan yaitu meluncurkan promo minuman panas gratis. Mereka juga telah membuat akun Instagram khusus Bai Nian Food Court dan sedang mempertimbangkan cara promosi lain untuk menarik pelanggan.