NADIKABAR.COM — Seporsi Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi harapan baru bagi Adnan, seorang balita berusia empat tahun, untuk perlahan mulai berjalan karena setiap perkembangan kecilnya adalah sebuah pencapaian.

Ketika ia mulai mampu memegang benda, memahami saat diajak berbicara, atau memanggil "mama", "bapak", dan "nenek", ada kebahagiaan besar yang dirasakan keluarganya, terutama sang ibu, Firda.

Dalam penuturan yang disampaikan Firda di Jakarta pada Selasa, harapan itu tumbuh dari hal-hal sederhana, salah satunya ketika melihat anaknya mulai lebih bersemangat makan, mengingat kondisi putranya ketika berusia sekitar lima bulan belum mampu menyangga dengan baik.

Saat membawa Adnan ke rumah sakit untuk diperiksa, Firda mengetahui bahwa putranya pernah mengalami kejang ketika baru berusia empat hari. Peristiwa itulah yang menjadi salah satu faktor Adnan tumbuh dengan perjalanan yang berbeda, dimana pada usianya sekarang ia belum mampu berjalan dan masih mengalami keterbatasan dalam berbicara.

"Jadi ini pengaruhnya, enggak bisa jalan, enggak bisa duduk," kata Firda.

Adnan kemudian menjalani terapi selama lebih dari satu tahun. Perlahn, terapi tersebut menunjukkan hasil, dimana sebelumnya ia belum mampu memegang benda, kini tangannya mulai bisa menggenggam sesuatu meski belum lama. Kemampuannya memahami percakapan juga mulai tumbuh.

"Sekarang sudah paham kalau diajak cerita, tapi belum saya kasih (izinkan) keluar, kasihan, tapi sudah bisa panggil mama sama bapak, juga neneknya," ucap Firda.

Bagi Firda, tiga panggilan sederhana itu memiliki arti yang besar. Setiap kemampuan baru yang muncul menjadi tanda bahwa Adnan terus berkembang.

Di tengah proses tersebut, asupan makanan menjadi perhatian penting bagi keluarga. Sebelum menerima MBG, Firda mengemukakan bahwa Adnan cenderung malas makan. Waktu makan pun kerap terlewat sehingga berat badannya sulit bertambah.

"Kalau ada MBG mau sekali dia makan. Menangis kalau enggak dikasih makan," ujar Firda.

Menurutnya, Adnan justru lebih bersemangat ketika melihat MBG. Ia juga menyukai buah-buahan yang diberikan, terutama pisang, jeruk, dan buah naga. Tekstur makanan yang lebih lembut menjadi hal yang penting karena menyesuaikan dengan kemampuan Adnan dalam mengonsumsi makanan.

"Dia paling suka telur. Yang baik dicerna itu kalau ayam kan agak sulit dicernanya. Buah-buahan seperti pisang, jeruk, buah naga, itu yang lembut-lembut dia suka," tuturnya.

Perubahan itu juga terlihat dari berat badan Adnan, dimana selama dua bulan menerima MBG, berat badan sang putra meningkat hampir satu kilogram. Bagi orang lain, angka tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi Firda, kenaikan itu sangat berarti. Sebelumnya berat badan Adnan cenderung tidak banyak berubah.

"Biasanya menetap berat badannya, paling naik 2 ons saja, jalan di tempat biasanya. Sekarang, berat badan Adnan sudah mendekati 11 kilogram. Sebelumnya, berat badannya pernah berada di angka sembilan kilogram dan dia masuk kategori stunting. Sangat membantu adanya MBG ini," ucap Firda.

Kini Firda masih menanti langkah-langkah kecil berikutnya dari putranya. Ia belum tahu kapan Adnan akan mampu berdiri dan berjalan, tetapi, ia memilih untuk terus mendampingi, memantau, dan memberikan yang terbaik bagi tumbuh kembang anaknya.

Bagi Firda dan keluarganya, setiap kemajuan adalah langkah dan harapan, hingga suatu hari nanti melihat Adnan berdiri dan berjalan dengan kakinya sendiri.