Namun, persoalan Quartararo dengan Yamaha ternyata sudah berlangsung lebih lama. Juara dunia 2021 itu kecewa karena Yamaha memilih menggunakan mesin baru pada musim 2026, sementara dirinya berharap menjalani musim terakhir dengan M1 bermesin empat silinder segaris yang sudah matang.
Kritik Quartararo terhadap komponen baru Yamaha juga menjadi sorotan. Direktur Pelaksana Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, menilai sikap pebalapnya tidak konsisten.
"Fabio sering mengeluh bahwa kami tidak mengembangkan motor, dan ketika kami membiarkannya mencoba komponen baru, dia justru menegur kami dengan mengatakan bahwa itu hanya membuang-buang waktu. Dia kurang objektif," bilang Pavesio.