Kementerian Pertahanan Rusia secara terbuka mengakui serangan tersebut dan mengklaim bahwa data center yang menjadi sasaran berfungsi memproses serta mentransmisikan data intelijen bagi angkatan bersenjata Ukraina.

Menanggapi hal itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras aksi Moskow yang dinilainya sengaja memperluas eskalasi ke ranah sipil dan bisnis.

"Bisnis Amerika dan asing, pusat data, penyedia internet--bagi Rusia, seluruh kehidupan normal adalah sasaran. Sangat penting bagi dunia untuk merespons hal ini," tegas Zelensky.