Kelompok tersebut mengatakan pihaknya menargetkan konsentrasi pasukan pemerintah di wilayah itu dengan rudal balistik dan drone. Sementara itu, pasukan Saudi meningkatkan operasi udara, dan kelompok Houthi melaporkan 156 serangan udara dan rudal terhadap Sanaa serta provinsi Taiz, Saada, Al-Jawf, Marib, dan Amran. Bentrokan terbaru itu menandai eskalasi paling tajam sejak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022, yang sebagian besar menghentikan permusuhan besar di negara yang tercabik perang tersebut. Konflik di Yaman bermula pada akhir 2014, ketika kelompok Houthi merebut Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara.
Koalisi pimpinan Arab Saudi kemudian melakukan intervensi pada 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional, yang kini berkedudukan di Aden.