NADIKABAR.COM — Riyadh/Sana'a (NadiKabar) - Tiga orang tewas dan 36 lainnya terluka dalam serangan terpisah oleh Houthi terhadap dua bandara di Arab Saudi, kata otoritas Arab Saudi pada Rabu (7/10).

Kelompok Houthi Yaman mengeklaim telah melancarkan gelombang baru serangan rudal dan drone terhadap sejumlah bandara dan lokasi militer di negara kerajaan tersebut.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi mengatakan serangan tersebut menargetkan Bandar Udara Internasional Abha di Arab Saudi barat daya dan Bandar Udara Internasional King Khalid di ibu kota Riyadh pada Selasa (6/10) dan Rabu.

Seluruh korban luka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, sementara kedua fasilitas itu mengalami kerusakan, menurut otoritas tersebut. Laporan mengenai jatuhnya korban muncul setelah juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, mengatakan sebelumnya pada Rabu (7/10) bahwa sejumlah drone menargetkan Bandar Udara Internasional King Khalid, sementara rudal balistik dan drone menghantam Bandar Udara Internasional Abha serta Pangkalan Udara King Khalid di dekat Khamis Mushait, wilayah Asir, Arab Saudi barat daya. Pada Rabu yang sama, koalisi pimpinan Arab Saudi juga mengeklaim telah mencegat dua rudal balistik Houthi, satu di Riyadh utara dan satunya lagi yang mengarah ke Kota Khamis Mushait di Arab Saudi barat daya. Juru bicara koalisi Turki al-Malki mengatakan Sana'a serta provinsi Saada dan Amran merupakan sumber ancaman rudal Houthi. Al-Malki kemudian mengatakan koalisi telah menghancurkan sebuah peluncur rudal balistik yang disebutnya digunakan dalam serangan terhadap Riyadh. Sementara itu, Kementerian Transportasi Yaman mengatakan pasukan Houthi meluncurkan rudal balistik dan drone ke Bandar Udara Internasional Aden menjelang fajar, sehingga memaksa sebuah penerbangan penumpang yang akan mendarat mengalihkan penerbangan. Menurut kementerian tersebut, dua rudal balistik dan sejumlah drone yang membawa bahan peledak menargetkan landasan pacu dan terminal penumpang.

Salah satu rudal menghantam area di dekat landasan pacu hanya beberapa menit sebelum pesawat penerbangan 603 Yemenia Airways dari Kairo dijadwalkan mendarat. Belum ada laporan mengenai korban. Dalam pernyataan terpisah, kelompok Houthi mengatakan pihaknya meluncurkan rudal balistik untuk menargetkan pasokan militer Arab Saudi yang baru tiba di Kamp Badr dekat Bandar Udara Internasional Aden. Kelompok tersebut mengatakan serangan itu menimbulkan korban di kalangan perwira Arab Saudi, tetapi tidak memberikan angka secara spesifik.

Houthi juga memperingatkan Riyadh agar tidak menggunakan bandara tersebut untuk keperluan militer. Serangan lintas perbatasan tersebut terjadi di tengah meningkatnya pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, terutama di dekat Selat Bab al-Mandab yang strategis. Pemerintah Yaman pada Senin (5/10) mengumumkan peluncuran operasi militer baru yang bertujuan merebut kembali ibu kota Sanaa, seiring pasukan pemerintah melancarkan serangan balasan di dekat Selat Bab al-Mandab yang strategis. Pada Rabu, kelompok Houthi mengeklaim telah memukul mundur upaya pasukan pemerintah untuk bergerak menuju posisi mereka di Provinsi Al-Jawf, Yaman utara, dekat perbatasan dengan Arab Saudi.

Kelompok tersebut mengatakan pihaknya menargetkan konsentrasi pasukan pemerintah di wilayah itu dengan rudal balistik dan drone. Sementara itu, pasukan Saudi meningkatkan operasi udara, dan kelompok Houthi melaporkan 156 serangan udara dan rudal terhadap Sanaa serta provinsi Taiz, Saada, Al-Jawf, Marib, dan Amran. Bentrokan terbaru itu menandai eskalasi paling tajam sejak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022, yang sebagian besar menghentikan permusuhan besar di negara yang tercabik perang tersebut. Konflik di Yaman bermula pada akhir 2014, ketika kelompok Houthi merebut Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara.

Koalisi pimpinan Arab Saudi kemudian melakukan intervensi pada 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional, yang kini berkedudukan di Aden.