NADIKABAR.COM — Israel mengklaim berupaya membunuh pemimpin senior Hamas melalui serangan udara ke sebuah apartemen di Gaza. Pejabat setempat menyebut serangan itu menewaskan lima orang, dua di antaranya merupakan pelayan gereja.
Dilansir AFP dan Reuters, Minggu (4/10/2026), serangan tersebut terjadi bertepatan dengan hari peringatan serangan 7 Oktober 2023, menurut kalender Yahudi. Peringatan itu sebagai hari paling mematikan dalam sejarah Israel yang kemudian dibalas dengan serangan dahsyat di Gaza.
Militer Israel menyatakan targetnya adalah Ali al-Amoudi. Mereka menggambarkannya sebagai sosok "orang kepercayaan" mendiang pemimpin Hamas Yahya Sinwar dan menyebutnya terlibat dalam perencanaan serangan 7 Oktober.
Israel menyatakan sedang memastikan apakah ia tewas atau terluka dalam serangan itu.
Israel menyebut pihaknya menargetkan Amoudi setelah mengetahui keberadaannya di dalam sebuah gedung apartemen. Militer Israel menuding Hamas menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.